Gunung Kelud adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang di Provinsi Jawa Timur. Dengan ketinggian sekitar 1731 meter di atas permukaan laut, Gunung Kelud telah menjadi saksi banyak peristiwa vulkanik besar dan sekaligus menjadi destinasi wisata alam yang menarik.
Meski tergolong gunung dengan aktivitas vulkanik tinggi, Kelud tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara karena keindahan kawahnya, panorama pegunungan yang memukau, serta nilai sejarah dan geologis yang tinggi.
Lokasi dan Akses Menuju Gunung Kelud
Gunung Kelud dapat diakses dengan cukup mudah dari Kota Kediri yang berjarak sekitar 30 kilometer. Jalur utama untuk mencapai kawasan wisata Gunung Kelud adalah melalui Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua atau empat untuk mencapai area parkir terdekat. Dari situ, perjalanan bisa dilanjutkan dengan jalan kaki atau menggunakan jasa ojek lokal untuk menuju kawasan kawah. Jalan menuju gunung ini telah diaspal dan relatif mulus, meski menanjak dan berkelok-kelok.
Keindahan dan Daya Tarik Gunung Kelud
1. Kawah Gunung Kelud yang Menakjubkan
Salah satu daya tarik utama adalah kawah Gunung Kelud yang memiliki warna hijau kebiruan dan dikelilingi oleh tebing tinggi. Sebelumnya, kawah ini memiliki danau kawah vulkanik, namun kini telah berubah bentuk akibat letusan besar pada tahun 2014.
Formasi baru berupa kubah lava dan kaldera luas menjadi pemandangan unik yang jarang ditemukan di gunung lain. Pemandangan ini sangat cocok untuk fotografi alam dan eksplorasi geowisata.
2. Terowongan Ampera
Menuju kawah, pengunjung akan melewati Terowongan Ampera, terowongan bersejarah yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Terowongan ini digunakan sebagai jalur irigasi dan pengendali aliran air kawah. Panjangnya sekitar 100 meter dan menawarkan pengalaman tersendiri saat dilalui.
3. Panorama Alam Pegunungan
Di sepanjang perjalanan menuju kawasan puncak, pengunjung akan disuguhkan panorama pegunungan hijau, ladang pertanian warga, serta udara sejuk khas dataran tinggi. Pemandangan sunrise dari kawasan ini juga sangat mempesona, dengan latar belakang Gunung Semeru dan Arjuno.
Letusan Bersejarah Gunung Kelud
Gunung Kelud dikenal dengan aktivitas vulkaniknya yang tinggi dan letusan yang cukup dahsyat. Dalam sejarah tercatat lebih dari 30 letusan besar, di antaranya:
-
Letusan tahun 1919, menewaskan sekitar 5000 orang akibat aliran lahar dingin yang menerjang pemukiman.
-
Letusan tahun 1990, mengubah bentuk kawah dan menimbulkan kerusakan luas.
-
Letusan tahun 2014, salah satu letusan besar terbaru yang memuntahkan material vulkanik ke ketinggian 17 kilometer dan berdampak hingga ke Yogyakarta dan Jawa Barat.
Meski menimbulkan kerusakan, letusan Kelud juga menjadi bagian dari pembentukan ekosistem baru dan menjadi daya tarik geologi bagi wisatawan dan peneliti.
Aktivitas Wisata di Gunung Kelud
Gunung Kelud menawarkan berbagai jenis aktivitas wisata, antara lain:
-
Trekking ringan menuju kawah dan kubah lava
-
Menikmati sunrise dan sunset
-
Fotografi lanskap dan kawah
-
Mengunjungi gardu pandang dan Terowongan Ampera
-
Wisata edukasi geologi dan vulkanologi
-
Mencicipi kuliner khas di warung lokal
Untuk wisata keluarga, area sekitar kaki gunung juga menyediakan tempat rekreasi dan kebun bunga yang bisa dinikmati tanpa mendaki.
Fasilitas dan Akomodasi
Sebagai kawasan wisata alam populer, Gunung Kelud telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti:
-
Area parkir luas
-
Warung makan dan kios oleh-oleh
-
Toilet umum
-
Pos informasi dan petugas keamanan
-
Tempat ibadah
-
Penginapan sederhana dan homestay di area kaki gunung
Untuk yang ingin bermalam, tersedia penginapan di sekitar Kecamatan Ngancar dan Kota Kediri dengan harga yang bervariasi sesuai fasilitas.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik mengunjungi Gunung Kelud adalah musim kemarau, yaitu sekitar bulan Mei hingga Oktober. Pada musim ini, cuaca cerah sehingga pemandangan lebih jelas dan jalur lebih aman untuk dilalui.
Pada musim hujan, kawasan ini bisa berkabut dan jalur menjadi licin, sehingga kurang ideal untuk wisata alam terbuka.
Tips Berwisata ke Gunung Kelud
-
Gunakan pakaian hangat karena suhu bisa sangat dingin di pagi hari
-
Bawa senter atau lampu kepala jika ingin melihat sunrise
-
Gunakan sepatu nyaman dan tahan licin
-
Siapkan kamera untuk mengabadikan keindahan kawah dan lanskap
-
Patuhi aturan pengelola wisata dan jangan membuang sampah sembarangan
Jika berniat menjelajah lebih jauh, disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal demi keamanan.
Upaya Konservasi dan Pengelolaan
Pasca letusan 2014, kawasan Gunung Kelud mengalami revitalisasi dan pengelolaan kembali oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Jalur wisata dan akses telah diperbaiki, serta kegiatan konservasi alam dilakukan agar kawasan ini tetap lestari.
Program edukasi tentang mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, serta penanaman kembali pohon di area yang terdampak juga menjadi bagian dari usaha menjaga kelestarian Gunung Kelud sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Kesimpulan
Gunung Kelud adalah perpaduan sempurna antara keindahan alam dan kekuatan alam yang luar biasa. Sebagai gunung berapi aktif, Kelud menyimpan jejak sejarah letusan dahsyat sekaligus memamerkan pesona kawah dan lanskap vulkanik yang eksotis.
Bagi pencinta alam, pecinta geologi, atau wisatawan umum, Gunung Kelud adalah tempat yang layak untuk dijelajahi. Dengan akses mudah, fasilitas memadai, dan panorama yang memukau, tidak heran jika Kelud menjadi salah satu ikon wisata alam Jawa Timur.
Baca juga https://kabarsiang.biz.id/








