https://pesonaindonesia.site/ Kota Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan yang sibuk, modern, dan berkembang pesat. Tapi di balik gemerlapnya pusat perbelanjaan dan gedung-gedung tinggi, terdapat kawasan tua yang menawarkan nuansa berbeda—lebih tenang, lebih bersejarah, dan lebih berwarna secara budaya. Salah satu tempat yang mencerminkan kekayaan sejarah itu adalah Kya-Kya Kembang Jepun, sebuah wisata malam di jantung pecinan Surabaya.
Bagi kamu yang ingin merasakan atmosfer Tiongkok tempo dulu, mencicipi aneka kuliner khas, hingga menikmati suasana malam yang eksotik dengan lampion merah bergantung di atas kepala, Kya-Kya adalah tempat yang wajib dikunjungi.
Kya-Kya: Nama yang Penuh Makna
Nama Kya-Kya berasal dari istilah bahasa Hokkien yang berarti “jalan-jalan santai.” Kata ini mewakili esensi utama dari tempat ini: sebuah kawasan pedestrian malam hari yang dirancang agar orang bisa bersantai sambil menikmati suasana dan kuliner. Lokasinya berada di Jalan Kembang Jepun, yang dikenal sebagai kawasan pecinan tertua di Surabaya.
Kembang Jepun sendiri adalah salah satu kawasan bersejarah yang pernah menjadi pusat perdagangan dan ekonomi pada masa kolonial. Di sepanjang jalan ini, bangunan-bangunan tua dengan arsitektur klasik masih berdiri, memberi nuansa tempo dulu yang kuat.
Suasana yang Menggoda Nostalgia
Begitu memasuki kawasan Kya-Kya di malam hari, kamu akan disambut deretan lampion merah yang digantung berjejer di atas jalan. Lampion-lampion ini bukan hanya sekadar dekorasi, tapi simbol budaya Tionghoa yang kental, menambah kehangatan sekaligus keeksotisan tempat ini.
Lantunan musik khas Tionghoa, aroma makanan yang menggoda dari stan-stan kaki lima, serta pencahayaan hangat dari toko-toko tua, semuanya menciptakan suasana yang membuat pengunjung merasa seperti berada di kota tua di Tiongkok Selatan.
Surganya Kuliner Malam
Kya-Kya Kembang Jepun dikenal sebagai surganya kuliner malam. Dari makanan ringan hingga hidangan berat, dari jajanan lokal hingga cita rasa khas Tionghoa—semuanya tersedia di sini.
Beberapa yang wajib kamu coba antara lain:
-
Nasi Babat Kya-Kya – terkenal dengan sambal pedas dan rasa gurih babatnya.
-
Lontong Mie – perpaduan lontong, mie, dan lentho dengan kuah petis khas Jawa Timur.
-
Cakwe dan Kuo Tie – makanan ringan khas Tionghoa yang digoreng dadakan.
-
Wedang Ronde dan Sekoteng – cocok untuk menghangatkan tubuh di malam hari.
-
Kopi dan Teh Tiongkok – disajikan dalam gelas klasik, memperkuat nuansa tradisional.
Semua makanan dijual dengan harga terjangkau, dan kamu bisa memilih makan di kursi yang disediakan atau cukup berdiri sambil menikmati pertunjukan jalanan yang sesekali digelar.
Wisata Budaya di Tengah Kota
Kya-Kya bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang hidup budaya. Sepanjang jalan, kamu bisa menemukan mural yang menceritakan sejarah panjang pecinan di Surabaya. Ada juga pertunjukan barongsai, wayang potehi, hingga musik tradisional Tionghoa yang kerap digelar saat akhir pekan atau hari besar.
Selain itu, beberapa klenteng tua di sekitar Kembang Jepun masih aktif dan bisa dikunjungi, seperti Klenteng Hong Tiek Hian, yang merupakan salah satu klenteng tertua di Indonesia. Klenteng ini sering mengadakan kegiatan keagamaan dan budaya, terutama saat perayaan Imlek atau Cap Go Meh.
Revitalisasi yang Menghidupkan Sejarah
Kawasan Kembang Jepun sempat sepi dan kurang terawat selama bertahun-tahun. Namun, sejak revitalisasi oleh Pemerintah Kota Surabaya yang dimulai beberapa tahun lalu, kawasan ini kini bangkit menjadi salah satu ikon wisata malam. Jalanan diperlebar dan dijadikan pedestrian, lampion-lampion dipasang, dan bangunan tua mulai direnovasi tanpa menghilangkan nuansa aslinya.
Langkah ini tidak hanya memulihkan wajah kota tua, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar, terutama UMKM yang menjual kuliner dan cendera mata.
Akses dan Fasilitas
Kya-Kya terletak di pusat kota dan mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jika menggunakan mobil atau motor, area parkir tersedia di sekitar jalan-jalan kecil dekat lokasi. Untuk transportasi online, tinggal arahkan tujuan ke “Kya-Kya Kembang Jepun.”
Fasilitas yang tersedia antara lain:
-
Area parkir
-
Toilet umum
-
Tempat duduk terbuka
-
Spot foto estetik
-
Penjaga keamanan dan kebersihan
Tips Berkunjung ke Kya-Kya
-
Datang malam hari, antara pukul 18.00 hingga 22.00, untuk pengalaman terbaik.
-
Gunakan pakaian santai, karena kamu akan banyak berjalan kaki.
-
Bawa uang tunai, karena sebagian besar pedagang belum menerima pembayaran digital.
-
Datang lebih awal saat akhir pekan, karena kawasan ini bisa sangat ramai.
-
Jangan lupa eksplorasi gang-gang kecil di sekitar kawasan untuk menemukan tempat-tempat tersembunyi yang menarik.
Lebih dari Sekadar Tempat Nongkrong
Kya-Kya adalah simbol bahwa Surabaya tidak melulu tentang gedung pencakar langit dan jalan protokol. Ia menunjukkan sisi lain dari kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan keberagaman. Di tengah modernisasi, kawasan ini berhasil mempertahankan identitasnya sebagai pusat interaksi antaretnis dan lintas budaya.
Bagi generasi muda, Kya-Kya menjadi tempat untuk mengenal sejarah dengan cara yang menyenangkan. Bagi wisatawan, ia menjadi pintu masuk untuk memahami kedalaman budaya Surabaya lebih dari sekadar lalu lintasnya yang padat.
Penutup
Kya-Kya Kembang Jepun adalah ruang yang mengajak kita berjalan pelan, menikmati malam, dan menyatu dengan semangat kota lama yang tak pernah benar-benar mati. Di antara cahaya lampion, aroma kuliner, dan alunan musik pecinan, kamu akan menemukan rasa nostalgia dan kenyamanan yang hanya bisa ditawarkan oleh tempat dengan jiwa dan sejarah.
Baca juga https://dunialuar.id/
