Surabaya dikenal sebagai kota pelabuhan sejak zaman kolonial. Di balik identitas industri dan perdagangan yang kental, Surabaya juga menyimpan sisi romantis yang jarang dibicarakan. Salah satu tempat yang menawarkan keduanya—kesibukan dan keindahan—adalah Pelabuhan Tanjung Perak.
Pelabuhan ini bukan hanya titik vital logistik nasional, tapi juga menjadi tempat unik untuk menikmati sunset yang megah dan lalu lintas kapal laut yang terus bergerak. Bagi penggemar fotografi, penikmat senja, atau sekadar pelancong yang ingin merasakan sisi lain dari kota, Tanjung Perak adalah tempat yang tak boleh dilewatkan.
Sejarah Singkat Tanjung Perak
Pelabuhan Tanjung Perak merupakan pelabuhan terbesar kedua di Indonesia setelah Tanjung Priok di Jakarta. Dibuka secara resmi pada tahun 1910, pelabuhan ini telah menjadi tulang punggung distribusi barang di wilayah timur Indonesia.
Nama “Tanjung Perak” diyakini berasal dari legenda atau istilah lokal yang menggambarkan kawasan tanjung (daratan menjorok ke laut) yang menjadi pintu gerbang utama keluar masuk barang dan manusia sejak masa kolonial Belanda.
Apa yang Menarik dari Tanjung Perak?
1. Sunset yang Memukau
Matahari tenggelam di Pelabuhan Tanjung Perak memiliki pesonanya sendiri. Pantulan cahaya keemasan di permukaan laut, siluet kapal-kapal besar yang bersandar, dan suara burung laut menciptakan suasana magis yang jarang ditemukan di kota besar. Tidak sedikit orang datang hanya untuk duduk di tepi dermaga, menyaksikan hari berganti malam sambil menikmati semilir angin laut.
2. Lalu Lintas Kapal Laut
Bagi pecinta dunia maritim, melihat kapal ferry, kapal kontainer, tugboat, bahkan kapal penumpang Pelni berlalu-lalang adalah hiburan tersendiri. Aktivitas pelabuhan yang sibuk namun teratur menyajikan pemandangan yang memikat. Di sinilah kita bisa melihat secara nyata denyut ekonomi nasional dan aktivitas logistik yang tak pernah tidur.
3. Terminal Gapura Surya Nusantara
Terminal penumpang modern ini jadi salah satu wajah baru Tanjung Perak. Arsitekturnya yang modern, bersih, dan nyaman memberikan suasana seperti di bandara. Dari lantai atas, pengunjung bisa menyaksikan laut lepas dan kapal yang bersandar, atau sekadar minum kopi sambil menunggu kapal berangkat.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
📸 Berburu Foto
Fotografi menjadi aktivitas utama di Tanjung Perak. Banyak fotografer datang untuk menangkap siluet kapal saat senja, kontras warna pelabuhan, atau komposisi unik antara logistik dan alam. Bahkan, tak sedikit yang datang untuk membuat video cinematic atau sekadar konten media sosial.
🚶♂️ Jalan-Jalan Santai
Meski merupakan area industri, beberapa bagian pelabuhan (terutama sekitar terminal penumpang) bisa diakses publik. Jalur pedestrian dibuat cukup nyaman untuk sekadar berjalan sambil menikmati pemandangan.
🛳️ Naik Kapal Wisata atau Ferry
Tersedia beberapa kapal wisata atau rute ferry dari Tanjung Perak ke Madura dan sekitarnya. Sensasi naik kapal sambil melihat skyline kota dari laut bisa menjadi pengalaman yang berbeda dari biasanya.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk menikmati Tanjung Perak adalah sore hari, sekitar pukul 16.30 hingga 18.00. Di waktu ini, matahari mulai turun ke cakrawala, menciptakan cahaya hangat yang cocok untuk fotografi. Suasana menjadi lebih tenang, angin lebih sejuk, dan aktivitas pelabuhan sedang padat-padatnya—kombinasi sempurna bagi pencinta pemandangan urban-maritim.
Cara Menuju Tanjung Perak
Pelabuhan Tanjung Perak terletak di bagian utara Surabaya dan dapat diakses dengan kendaraan pribadi, ojek online, atau angkutan umum. Lokasinya sekitar 30–40 menit dari pusat kota. Jika kamu ingin menggunakan transportasi umum, bisa naik bus atau angkot menuju arah Jembatan Merah, lalu lanjut dengan taksi atau ojek ke terminal pelabuhan.
Tips Berkunjung ke Tanjung Perak
-
Gunakan pakaian nyaman dan topi jika datang siang hari karena suhu bisa cukup panas.
-
Bawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk menangkap momen senja.
-
Perhatikan aturan di area pelabuhan; tidak semua zona bebas diakses.
-
Datang lebih awal untuk mendapatkan spot terbaik menyaksikan sunset.
-
Berhati-hatilah saat berada dekat dengan dermaga aktif—utamakan keselamatan.
-
Bawa air minum dan camilan sendiri jika hanya ingin nongkrong di sekitar dermaga.
Pelabuhan yang Berubah Wajah
Dulu, Tanjung Perak lebih dikenal sebagai kawasan industri berat yang sulit diakses wisatawan. Tapi kini, berkat pengembangan area publik seperti terminal penumpang dan penyediaan ruang publik yang lebih ramah, pelabuhan ini mulai dilirik sebagai destinasi alternatif. Surabaya berhasil menjadikan elemen industrinya sebagai bagian dari wajah kotanya yang menarik.
Menyaksikan Dua Dunia Sekaligus
Berada di Tanjung Perak seperti menyaksikan dua dunia sekaligus. Di satu sisi, kamu melihat denyut ekonomi nasional berjalan lewat kapal-kapal yang bongkar muat. Di sisi lain, kamu bisa menyerap suasana tenang dari laut yang luas, sunset yang indah, dan langit yang perlahan menjadi gelap.
Tempat ini juga memberi kita perspektif bahwa keindahan tak selalu hadir di pegunungan atau pantai tersembunyi—kadang ia muncul di tengah kesibukan, di antara peluit kapal dan deru mesin.
Penutup
Pelabuhan Tanjung Perak bukan hanya titik keluar-masuk barang dan manusia. Ia juga cermin dari bagaimana kota seperti Surabaya bisa menghadirkan sisi estetika di tengah kawasan industri. Di sinilah kamu bisa bersentuhan langsung dengan denyut maritim, sembari menikmati senja dan belajar bahwa keindahan bisa hadir dari tempat yang mungkin tidak kita duga.
Jika kamu berkunjung ke Surabaya, luangkan waktu untuk ke Tanjung Perak. Bukan hanya untuk melihat kapal, tapi untuk menyaksikan bagaimana sebuah pelabuhan bisa menjadi tempat yang indah, bermakna, dan penuh cerita.
Baca juga https://dunialuar.id/
