taman surabaya
taman surabaya

Wisata Literasi di Surabaya: Taman Baca, Museum, dan Jejak Pram

Diposting pada

https://pesonaindonesia.site/ Di balik hiruk-pikuk Kota Surabaya yang dikenal sebagai kota industri dan perjuangan, tersimpan sebuah denyut kehidupan yang lebih sunyi namun sarat makna: literasi. Kota ini tidak hanya menjadi saksi bisu revolusi fisik, tetapi juga revolusi pemikiran melalui tulisan, bacaan, dan tokoh-tokoh sastrawan besar.

Melalui wisata literasi, Surabaya menawarkan perjalanan menyelami semangat membaca, menulis, dan memahami sejarah Indonesia. Mulai dari taman baca publik, museum sejarah, toko buku lawas, hingga jejak sang maestro sastra Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.

Berikut adalah panduan lengkap menjelajahi wisata literasi di Surabaya, cocok untuk pecinta buku, pelajar, keluarga, atau siapa pun yang ingin mengenal Surabaya dari sudut pandang yang berbeda.


1. Taman Bacaan Umum: Surga Kecil untuk Pembaca

Surabaya punya banyak taman bacaan yang tumbuh di tengah permukiman maupun kawasan publik. Ini bukan sekadar tempat meminjam buku, tapi juga ruang interaksi, edukasi, dan komunitas literasi.

📍 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kampung Ilmu – Jl. Semarang

Salah satu ikon taman baca di Surabaya, TBM Kampung Ilmu menghadirkan ratusan koleksi buku dari berbagai genre. Di sini kamu bisa menemukan buku anak, novel klasik, kamus, hingga buku pelajaran SMA.

Fasilitas:

  • Gazebo baca

  • Pojok baca anak

  • Pelatihan menulis & storytelling

Kegiatan mingguan seperti “Sabtu Membaca” juga sering digelar bersama relawan mahasiswa dan pegiat literasi.

📍 Pojok Baca Taman Bungkul

Terletak di taman kota yang populer, pojok baca ini memungkinkan kamu membaca buku sambil menikmati suasana taman. Cocok untuk keluarga yang ingin mengenalkan budaya baca sejak dini.


2. Museum Surabaya: Jejak Sejarah dan Naskah Lawas

Bagi pecinta literasi, museum bukan hanya tempat memandangi benda mati, tapi ruang untuk menafsirkan sejarah.

📍 Museum Surabaya – Gedung Siola

Terletak di Jl. Tunjungan, museum ini menyimpan dokumen sejarah Surabaya dari masa kolonial hingga kemerdekaan. Ada naskah tua, dokumen pemerintahan, majalah era 40-an, serta mesin ketik tua yang digunakan para jurnalis tempo dulu.

Highlight:

  • Koleksi koran lawas dari masa pergerakan

  • Mesin cetak manual

  • Replika ruang kerja penulis & wartawan tempo dulu

Dengan desain yang modern dan interaktif, museum ini sangat cocok untuk generasi muda yang ingin belajar sejarah melalui media visual dan teks.


3. Toko Buku Lawas & Antik

Surabaya memiliki sejumlah toko buku bekas dan antik yang menyimpan “harta karun” literasi: edisi pertama novel Indonesia, buku teks zaman Belanda, hingga majalah-majalah langka.

📍 Toko Buku Lontar

Toko kecil yang sudah berdiri sejak 1980-an ini menawarkan berbagai koleksi literatur Indonesia dan dunia. Letaknya di kawasan Gubeng, Lontar menjadi tempat langganan mahasiswa, kolektor, dan penulis.

Buku yang bisa ditemukan:

  • Kumpulan cerpen Pramoedya

  • Buku pelajaran Bahasa Indonesia era Orde Lama

  • Novel-novel klasik seperti Siti Nurbaya, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

📍 Pasar Buku Bekas Bratang

Mirip seperti Kwitang di Jakarta, Bratang adalah surga pemburu buku murah di Surabaya. Banyak buku dijual mulai dari Rp5.000 saja. Tempat ini juga jadi ruang diskusi dadakan antar pembaca dan penjual.


4. Jejak Pramoedya Ananta Toer di Surabaya

Tidak banyak yang tahu bahwa Pramoedya Ananta Toer, salah satu sastrawan terbesar Indonesia, punya kaitan erat dengan Surabaya.

Ia sempat tinggal dan aktif menulis di kota ini pada masa mudanya. Pram menjadi bagian dari Laskar Pemuda Indonesia yang menerbitkan tulisan-tulisan propaganda dan cerita pendek yang mengangkat realitas rakyat jelata.

📍 Jejak Pram di Jl. Peneleh & Taman Jayengrono

Wilayah ini dahulu dikenal sebagai kawasan intelektual dan pergerakan di awal kemerdekaan. Di sinilah Pram dan para pejuang muda lainnya berdiskusi, menulis selebaran, dan menerbitkan surat kabar rakyat.

Kini, kawasan tersebut memang telah berubah, namun beberapa bangunan tua dan warung kopi masih menyimpan nuansa “revolusioner”.

Jika ingin menapaktilasi jejaknya:

  • Kunjungi Perpustakaan C2O di Jl. Dr. Cipto, tempat diskusi sastra dan pemutaran film dokumenter Pram

  • Baca buku “Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer” yang ditulis Pram setelah ia ditahan


5. Perpustakaan Umum Kota Surabaya

Tak lengkap rasanya membicarakan wisata literasi tanpa menyebut Perpustakaan Umum Kota Surabaya, yang kini hadir dengan wajah baru dan lebih inklusif.

📍 Lokasi: Jl. Rungkut Asri Tengah, Surabaya

Fasilitasnya sangat lengkap:

  • Ribuan koleksi buku fisik dan e-book

  • Coworking space

  • Ruang dongeng untuk anak-anak

  • Koleksi sastra klasik Indonesia & internasional

Perpustakaan ini menjadi pusat komunitas literasi dan tempat belajar yang nyaman untuk segala usia.


6. Komunitas Literasi dan Kegiatan Publik

Banyak komunitas di Surabaya aktif menghidupkan budaya baca dan tulis lewat kegiatan seperti:

  • Bedah buku mingguan

  • Kelas menulis kreatif

  • Diskusi sastra dan filsafat

  • Book swap event

Beberapa komunitas ternama:

  • C2O Library & Collabtive

  • Forum Lingkar Pena (FLP) Surabaya

  • Rumah Kata Surabaya

Ikut serta dalam kegiatan mereka akan memperkaya pengalaman wisata literasi kamu, sekaligus memperluas jaringan.


7. Rute Wisata Literasi Sehari di Surabaya (Rekomendasi)

Untuk kamu yang ingin menghabiskan sehari penuh menjelajahi sisi literasi Surabaya, ini rutenya:

  1. Pagi (08.00 – 10.00)
    📍 Taman Bungkul – Baca santai di pojok baca sambil minum kopi

  2. Menjelang Siang (10.30 – 12.00)
    📍 Museum Surabaya – Jelajahi naskah dan mesin ketik tua

  3. Makan Siang (12.00 – 13.00)
    📍 Warung jadul di sekitar Jl. Tunjungan – nikmati suasana tempo dulu

  4. Siang – Sore (13.30 – 15.00)
    📍 Kunjungi Toko Buku Lontar atau Bratang untuk berburu buku lawas

  5. Sore (15.30 – 17.00)
    📍 Jejak Pram di kawasan Peneleh + mampir ke C2O untuk diskusi atau baca santai


8. Manfaat Wisata Literasi

Lebih dari sekadar “jalan-jalan”, wisata literasi memberi banyak manfaat:

  • Menumbuhkan semangat membaca dan menulis

  • Mengenalkan sejarah melalui teks dan artefak

  • Membangun kepedulian terhadap warisan budaya literasi

  • Menjadi cara edukatif untuk traveling bersama anak dan keluarga


✍️ Penutup

Wisata literasi di Surabaya adalah perjalanan menyusuri jejak intelektual dan kebudayaan yang tak kalah menarik dari destinasi modern. Taman baca, museum, toko buku lawas, hingga jejak sastrawan besar seperti Pramoedya Ananta Toer menjadi saksi bahwa Surabaya tidak hanya kota perjuangan, tapi juga kota pikiran dan kata-kata.

Baca juga https://angginews.com/